Sambut Indonesia Emas Tahun 2045; FTK UIN Bandung Tingkatkan Akurasi Arah Kiblat melalui Pelatihan Berbasis Teknologi

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menunjukkan komitmennya dengan menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dalam meningkatkan Arah Kiblat penerapan ilmu keagamaan berbasis sains melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Akurasi Penentuan Arah Kiblat melalui Pelatihan Qiswa Portable dan Google Earth Berbantuan Protractor (Sabtu, 08/11/2025).

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, H. Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata integrasi ilmu keislaman dan sains. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengaplikasikannya untuk kemaslahatan umat,” ujarnya

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Cileunyi, serta diikuti oleh para pengurus DKM, tokoh agama, guru madrasah, dan santri dari berbagai wilayah sekitar Bandung Timur.

PKM ini menggunakan pendekatan service learning, di mana mahasiswa terlebih dahulu mengikuti Training of Trainer (TOT) dalam perkuliahan Astronomi Islam sebelum terjun langsung menjadi instruktur pelatihan bagi masyarakat.
“Awalnya, banyak mahasiswa yang belum merasa siap menjadi instruktur. Setelah pelatihan ulang dan praktik langsung, mereka akhirnya percaya diri dan mampu memandu peserta dengan baik,” jelas Ea Cahya Septia Mahen, dosen pembimbing sekaligus ketua pelaksana kegiatan.

Kami jadi tahu bahwa arah kiblat bisa ditentukan dengan cara ilmiah, bukan sekadar mengandalkan kompas digital yang kadang tidak akurat,” ujar Ustadz Asep Sahrudin, salah satu peserta pelatihan yang juga pengurus DKM setempat.

Hasil dan Dampak Positif

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta memahami dengan baik prinsip penentuan arah kiblat, cara kerja Qiswa Portable, dan penggunaan Google Earth untuk menghubungkan koordinat Ka’bah dengan lokasi setempat.
Selain itu, para peserta memberikan apresiasi tinggi terhadap penyampaian materi yang dinilai “sangat jelas dan lengkap.”
Kegiatan ini juga berdampak positif bagi mahasiswa yang terlibat. “Kami jadi sadar bahwa ilmu falak bukan hanya teori, tapi sangat dibutuhkan masyarakat. Kami merasa bangga bisa mengajarkan langsung,” ungkap Daviar, salah satu mahasiswa instruktur.

Tim pengabdian berencana menindaklanjuti permintaan masyarakat dengan mengadakan pelatihan lanjutan di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Bandung, sekaligus mengembangkan modul pembelajaran berbasis teknologi falak sederhana agar mudah diterapkan di sekolah, pesantren maupun masjid.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top