Bandung, 19 Agustus 2026 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali memperkuat budaya akademik dan publikasi ilmiah melalui kegiatan Madrasah Jurnal Pendidikan Islam, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Dekanat FTK ini menjadi forum peningkatan kapasitas akademik bagi dosen, peneliti, pengelola jurnal ilmiah, serta akademisi yang tengah mempersiapkan naskah untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Madrasah Jurnal Pendidikan Islam dirancang sebagai ruang belajar, diskusi, dan pendampingan akademik yang mempertemukan pengalaman pengelolaan jurnal dengan kebutuhan para penulis dalam menghasilkan artikel ilmiah berkualitas. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai proses penulisan artikel, tetapi juga mendiskusikan strategi meningkatkan kualitas manuskrip, proses editorial dan peer review, pemilihan jurnal yang tepat, serta berbagai aspek penting yang harus diperhatikan agar sebuah artikel memiliki peluang lebih baik untuk diterima pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang diwakili oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Irawan, memberikan penekanan khusus pada pentingnya penguatan kualitas tata kelola jurnal serta pendampingan naskah yang sistematis. Sebagai akademisi yang pernah menangani Jurnal Pendidikan Islam (JPI) dan turut membidani berbagai lompatan kualitas pengelolaan JPI hingga meraih pengakuan bereputasi, Dr. Irawan berbagi pengalaman terkait konsistensi dan standar ketat yang dibutuhkan dalam membangun reputasi sebuah jurnal.

“Pengalaman dalam mengembangkan Jurnal Pendidikan Islam (JPI) mengajarkan kita bahwa mutu sebuah jurnal sangat ditentukan oleh konsistensi standar editorial dan kesiapan para penulisnya. Mengangkat standar JPI hingga bereputasi bukanlah proses instan, melainkan hasil dari pengawalan ketat terhadap kebaruan riset, kejujuran metodologis, dan keberanian melakukan screening naskah secara substansial. Madrasah Jurnal ini adalah manifestasi dari komitmen kita untuk menularkan tradisi kualitas tersebut kepada para dosen dan pengelola jurnal di lingkungan FTK,” tegas Dr. Irawan.
Ia menambahkan bahwa peran pimpinan fakultas dalam bidang akademik adalah memastikan bahwa ekosistem ini didukung oleh iklim pendampingan yang berkelanjutan, sehingga naskah-naskah hasil riset dosen dan mahasiswa memiliki muatan lokal yang kuat namun disajikan dengan standar keilmuan global.
Madrasah Jurnal kali ini menghadirkan Prof. Dr. Mohamad Agung Rokhimawan, Editor-in-Chief jurnal bidang Pendidikan Islam yang telah terindeks Scopus Q1, sebagai narasumber utama. Kehadirannya memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh perspektif langsung dari pengalaman pengelolaan jurnal bereputasi internasional, khususnya berkaitan dengan standar kualitas artikel, proses seleksi editorial, peer review, novelty penelitian, serta strategi memperkuat kontribusi ilmiah suatu manuskrip.
Selain membahas aspek teknis pengelolaan jurnal, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman bersama mengenai perubahan lanskap publikasi akademik internasional. Persaingan untuk mempublikasikan artikel pada jurnal bereputasi semakin menuntut kualitas bukan hanya dari aspek bahasa dan struktur naskah, tetapi terutama dari ketajaman persoalan penelitian, landasan teoretis, ketepatan metodologi, kualitas analisis, serta kontribusi teoretis dan praktis yang dihasilkan.
Editor-in-Chief Jurnal Pendidikan Islam (JPI), Prof. Karman, menilai Madrasah Jurnal sebagai salah satu strategi penting untuk mempertemukan perspektif pengelola jurnal dengan kebutuhan penulis. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara artikel yang dipersiapkan penulis dengan standar akademik yang diharapkan jurnal bereputasi.
“Kita perlu mengubah orientasi dari sekadar ‘menulis artikel untuk terbit’ menjadi ‘menghasilkan penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah’. Jurnal internasional bereputasi tidak hanya mencari manuskrip yang secara teknis lengkap, tetapi penelitian yang memiliki persoalan akademik yang jelas, novelty, metodologi yang kuat, serta mampu berdialog dengan perkembangan literatur global. Madrasah Jurnal menjadi penting karena penulis dapat memahami proses publikasi bukan hanya dari sisi author, tetapi juga dari perspektif editor dan reviewer,” jelas Prof. Karman.
Ia juga menekankan pentingnya membangun positioning penelitian Pendidikan Islam Indonesia dalam percakapan akademik global. Kekayaan konteks pendidikan Islam di Indonesia, menurutnya, memiliki potensi besar untuk menghasilkan kontribusi keilmuan internasional sepanjang dikembangkan melalui kerangka konseptual dan metodologi yang kuat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendiskusikan berbagai persoalan yang umum ditemukan dalam naskah yang masuk ke jurnal, mulai dari judul yang belum merepresentasikan kontribusi penelitian, abstrak yang terlalu deskriptif, research gap yang belum kuat, penggunaan teori yang hanya bersifat dekoratif, metode penelitian yang belum transparan, hingga bagian discussion yang cenderung mengulang hasil penelitian tanpa menghasilkan interpretasi ataupun kontribusi teoretis.
Managing Editor Jurnal Pendidikan Islam, Dr. Ferli Septi Irwansyah, menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mendorong publikasi internasional adalah membantu penulis memahami bahwa kualitas manuskrip harus dibangun sejak tahap desain penelitian, bukan baru diperbaiki ketika naskah akan disubmit.
“Manuskrip yang kuat sebenarnya dimulai jauh sebelum proses submission. Research problem, gap, framework, metode, hingga desain analisis harus sudah saling terhubung sejak awal. Banyak artikel memiliki data yang menarik, tetapi kontribusinya belum terlihat karena hubungan antara pertanyaan penelitian, teori, hasil, dan discussion belum dibangun secara koheren. Melalui Madrasah Jurnal ini, kami ingin membangun proses pendampingan yang lebih substantif agar artikel tidak hanya diperbaiki secara bahasa, tetapi benar-benar mengalami peningkatan kualitas akademik,” ungkap Dr. Ferli.
Menurutnya, untuk menuju publikasi internasional bereputasi, penulis juga perlu memahami bahwa bagian discussion memiliki posisi yang sangat strategis. Discussion tidak cukup hanya membandingkan hasil penelitian dengan penelitian sebelumnya, tetapi harus mampu menjelaskan makna temuan, menunjukkan bagaimana temuan tersebut memperluas atau mengoreksi pengetahuan sebelumnya, dan pada akhirnya memperlihatkan dengan jelas kontribusi penelitian.
Antusiasme juga terlihat dari peserta yang berasal dari kalangan pengelola jurnal. Salah seorang peserta menilai kegiatan Madrasah Jurnal memberikan manfaat karena pembahasan tidak hanya berfokus pada kepentingan penulis, tetapi sekaligus menyentuh peningkatan profesionalisme tata kelola jurnal.
“Bagi kami sebagai pengelola jurnal, kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan gambaran lebih luas mengenai bagaimana kualitas jurnal dan kualitas manuskrip sebenarnya saling berkaitan. Kami mendapatkan banyak masukan tentang bagaimana editor melakukan screening, menjaga kualitas peer review, membangun konsistensi standar artikel, serta bagaimana jurnal dapat meningkatkan kredibilitas akademiknya secara bertahap,” ungkap salah seorang peserta dari kalangan pengelola jurnal.
Sementara itu, peserta dari kalangan dosen yang sedang mempersiapkan artikel untuk publikasi internasional mengaku mendapatkan perspektif baru, terutama mengenai pentingnya memperjelas research gap dan kontribusi penelitian sebelum memilih jurnal tujuan.
“Selama ini kami sering lebih banyak memikirkan jurnal mana yang akan dituju, sementara setelah mengikuti kegiatan ini kami memahami bahwa yang paling penting justru memastikan terlebih dahulu apakah manuskrip memiliki gap, novelty, framework, metode, dan discussion yang benar-benar kuat. Masukan yang diberikan sangat membantu kami melakukan evaluasi terhadap naskah sebelum dikirim ke jurnal internasional,” tutur salah seorang dosen peserta yang sedang mempersiapkan manuskrip untuk publikasi internasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas pengalaman konkret peserta dalam pengelolaan jurnal dan penyiapan manuskrip. Berbagai pertanyaan mengenai desk rejection, penentuan target jurnal, kualitas referensi, struktur artikel, kontribusi teoretis, penggunaan bahasa akademik, hingga strategi merespons komentar reviewer menjadi bagian dari pembahasan selama kegiatan.
Madrasah Jurnal Pendidikan Islam juga menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara Jurnal Pendidikan Islam (JPI) dan lingkungan akademik FTK dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti. Kehadiran jurnal bereputasi di lingkungan fakultas diharapkan tidak semata-mata menjadi capaian institusional, tetapi sekaligus menjadi sumber pembelajaran dan pusat pengembangan kapasitas publikasi bagi sivitas akademika.
Melalui kegiatan ini, FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap terbangun ekosistem publikasi yang semakin sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas. Para dosen didorong untuk menghasilkan penelitian yang semakin relevan terhadap perkembangan keilmuan internasional, sedangkan para pengelola jurnal diharapkan mampu menerapkan tata kelola editorial yang profesional, transparan, berintegritas, dan sesuai dengan praktik publikasi ilmiah global.
Ke depan, Madrasah Jurnal Pendidikan Islam diharapkan dapat dikembangkan sebagai kegiatan akademik yang berkelanjutan dengan menghadirkan pembahasan yang lebih spesifik, mulai dari pengembangan research gap dan novelty, theoretical framework, metodologi penelitian, academic writing, penyusunan results dan discussion, strategi submission, hingga simulasi proses editorial dan peer review. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum seminar, tetapi berkembang menjadi ruang pendampingan akademik yang secara nyata membantu peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.




