Unit Bimbingan Konseling & Karir FTK UIN Bandung Gelar Pelatihan Peer Counseling: “Be the Light: Menjadi Sahabat di Kala Gelap”

Bandung, 19 Mei 2026. Unit Bimbingan dan Karir Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pelatihan Peer Counseling bertajuk “Be the Light: Menjadi Sahabat di Kala Gelap” kegiatan yang berlangsung di Aula FTK Lt. 2, Selasa (19/5). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan III, Kabag FTK, Para Dosen dan diikuti oleh mahasiswa aktif dari berbagai program studi dan Jurusan di lingkungan FTK.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FTK, Drs. H. Idad Suhada, M.Pd., dalam sambutannya, beliau menyoroti adanya perubahan muatan kurikulum mata kuliah masa kini yang cenderung berfokus pada perkembangan materi peserta didik berbeda dengan kurikulum sebelumnya, mahasiswa dibekali ilmu psikologi secara utuh mulai dari psikologi pendidikan, Perkembangan, hingga Psikologi Agama.

“Adanya kegiatan seminar peer Conseling ini hadir sebagai solusi tepat untuk memberikan penguatan materi, baik secara pengalaman maupun teori-teori esensial yang sangat berguna ketika mahasiswa yang nantinya melakukan implementasi ril dilingkungan pendidikan,” Tuturnya.

Beliau juga menambahkan bahwa Bimbingan Konseling memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan Fakultas Psikologi murni tapi menekankan pada teknik konseling praktis dan humanis disekolah.
Diakhir sambutannya, beliau menekankan pentingnya kepercayaan diri bagi calon guru dalam menghadapi karakteristik anak didik yang beragam dan dinamis di kelas.

” Ketika banyak konflik ataupun masalah yang kita hadapi di kelas melalui bekal ilmu hari ini, kita bisa mengetahui solusi untuk pengembangan diri kita agar bisa mencapai puncak optimalisasi. Kita harus bangga dan bersyukur menjadi bagian dari fakultas tarbiyah yang sangat memperhatikan aspek etika dan perilaku. Seminar ini memberikan formula konkrit bagaimana sikap kita sebagai guru untuk mengatasi berbagai persoalan anak didik,” Pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua Unit Bimbingan Konseling dan Karir FTK, Dr. Aam Kurnia, M.Pd. menyoroti terkait dengan pemahaman dari fungsi layanan bimbingan konseling.

“Kami ingin mendefinisikan stereotip lama yang menganggap bahwa layanan Bimbingan dan konseling hanya diperuntukan bagi individu yang memiliki masalah saja. Sebaliknya unit ini berperan aktif dalam membantu setiap individu untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki secara maksimal,” tegasnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama: Putri Eka Suci, S.pd., Kons., dan Najwa Husniatin N., S.pd., Kons. beliau merupakan Konselor BK Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Materi pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama fokus pada pemahaman dasar kesehatan mental, tanda-tanda distress psikologis, dan teknik komunikasi empatik tentunya termasuk dalam lingkungan pendidikan.

“Peer counselor bukan terapis. Tugasnya mendengar tanpa menghakimi, memvalidasi perasaan teman, dan membantu merujuk ke profesional jika diperlukan. Keterampilan mendengar aktif adalah kunci,” Tutur narasumber.

Sesi kedua fokus pada membawa praktik langsung melalui simulasi kasus. Mahasiswa dilatih menggunakan teknik reflective listening, paraphrasing, dan questioning dalam skenario teman yang mengalami kecemasan ujian, konflik keluarga, bahkan di organisasi.

Kegiatan pelatihan tersebut mendapatkan respon yang sangat baik dengan banyaknya peserta yang antusias bertanya dan interaktif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top