Ciptakan Inovasi Pengabdian Kepada Masyarakat: FTK Dorong Pendidikan Fisika Gelar ToT Instruktur Arah Kiblat Model Baru
FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung dorong Program Studi Pendidikan Fisika dalam inovasi Pengabdian Kepada Masyarakat dengan menggelar TOT mahasiswa untuk dijadikan Instruktur Pelatihan Arah Kiblat dengan menggunakan Qiswa Portabel dan Google Earth sebagai inovasi penentuan arah kiblat model baru, Selasa (16/09/2025).
Hal tersebut seirama dengan semboyan FTK yaitu “FTK Ngabret”, ini memberikan makna mendalam yang menekankan pada ranah inovasi dan profesional pada ranah Pendidikan, Penelitian, Pelayanan, dan tentunya menumbuhkan kebermanfaatan inovasi baru dan profesionalisme dalam ranah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Sejumlah mahasiswa Pendidikan Fisika berhasil mengikuti Training of Trainers (TOT) Penentuan Arah Kiblat yang diselenggarakan pada tanggal 9 dan 16 September 2025. TOT ini secara khusus mempersiapkan mereka menjadi instruktur untuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang akan melibatkan para ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), serta tokoh agama sekitar.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dan antusias dari masyarakat, tokoh agama tentunya bagi DKM, DMI, MUI, dan KUA. Mereka sangat berharap kegiatan inovasi penentuan Arah Kiblat tersebut segera direalisasikan di berbagai masjid dan mushola yang ada di Jawa Barat karena hal tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung kegiatan beribadah.
Kegiatan yang digelar dalam dua sesi utama ini digelar oleh Prodi Pendidikan Fisika dengan difasilitasi tim dosen pengampu mata kuliah Astronomi Islam, Dr. Ea Cahya Septia Mahen, S.Pd., M.Si., dan H. Saepudin Rahmatullah, M.Si. yang juga merupakan penerima hibah PKM dengan fokus pada akurasi arah kiblat. Keduanya memberikan pelatihan intensif mengenai dua metode mutakhir: penggunaan Qiswa Portabel (Mizwala Qiblat Finder) dan Google Earth berbantuan Protractor.
Sesi pertama membahas penentuan arah kiblat dengan Qiswa Portabel, sebuah alat canggih berbasis posisi matahari yang memadukan prinsip ilmu falak tradisional dengan teknologi presisi. Sesi kedua berfokus pada pemanfaatan software Google Earth dan alat bantu protractor untuk menentukan arah kiblat secara digital dengan akurasi tinggi.
Dr. Ea Cahya Septia Mahen, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya integrasi keilmuan. “Sebagai bagian dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, kami tidak hanya mencetak pendidik yang unggul di bidang fisika, tetapi juga yang mampu menjawab tantangan keumatan. Melalui TOT ini, mahasiswa kami dibekali kompetensi untuk menjadi instruktur yang andal bagi para stakeholder seperti DMI, MUI, dan KUA.”
H. Saepudin Rahmatullah, M.Si. menambahkan, “Ini adalah bentuk transfer knowledge yang berjenjang. Mahasiswa kami akan menjadi jembatan antara akademisi dan masyarakat, menyebarkan metode penentuan arah kiblat yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.”
Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Mereka tidak hanya memahami teori di balik kedua metode tersebut, tetapi juga langsung mempraktikkannya dalam sesi simulasi lapangan. “Kami bangga bisa dilatih langsung oleh pakarnya. Ilmu ini sangat aplikatif dan siap kami bagikan kepada para tokoh masyarakat,” ujar salah satu peserta.
Kegiatan TOT ini merupakan langkah strategis FTK UIN Bandung dalam memperkuat peran prodi Pendidikan Fisika sebagai pusat rujukan keilmuan sains yang berkontribusi bagi masyarakat luas. Diharapkan, para mahasiswa yang telah terlatih ini dapat menjadi agen perubahan yang mendorong peningkatan akurasi arah kiblat di masjid-masjid dan musala se-Jawa Barat.





